Nursing Undergraduate Degree Program

Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya
Written on 9 September 2019 , by admin keperawatan , in category Activities, dosen, News

Malang-Selasa 03 September 2019, Jurusan Keperawatan kembali menambah staf dosen yang bergelar doktor. Dr. Ns. Laily Yuliatun, S.Kep., M.Kep. telah melaksanakan ujian terbuka promosi doktor di PS Doktor Ilmu Kedokteran FKUB, dengan topik disertasinya yang berfokus dalam pengembangan terapi komplementer (akupuntur) pada pasien kanker payudara.

Pada kesempatan ini Dr. Laily bertanggungjawab mempertahankan disertasinya yang berjudul Peran Akupuntur pada Sitokin Proinflamasi TNF-alfa dan IL-6, Nilai BMI, Prosentase Fat Mass (FM) dan Fat-Free Mass (FFM) pada Pasien Kanker Payudara dengan Kaheksia. Dr. Laily berhasil mempertahankan disertasinya dan resmi menyandang gelar doktor yang ke-9 di Jurusan Keperawatan FKUB.

Ujian terbuka promosi doktor dipimpin oleh ketua sidang yang sekaligus sebagai Dekan FKUB Dr. dr. Wisnu Barlianto, MSi.Med, Sp.A (K), Promotor Dr. dr. Pudji Rahayu, Sp.THT-KL(K), Ko-Promotor 1 Dr. Ahsan, S.Kp., M.Kes, Ko-Promotor 2 Dr. dr. Sri Poeranto, M.Kes., SpParK dan Tim Penguji Dr. dr. Masruroh Rahayu, M.Kes., Dian Handayani, S.KM., M.Kes., PhD, Dr. dr. Mochamad Bachtiar Budianto, SpB (K). Onk, Dr. drh. Soeharsono, M.Si.

Terapi komplementer merupakan terapi tambahan bersamaan dengan terapi utama dan berfungsi sebagai terapi suportif untuk mengontrol gejala, meningkatkan kualitas hidup dan berkontribusi terhadap penatalaksanaan pasien secara keseluruhan. Perawat mempunyai peluang besar dalam pengembangan terapi ini, tetapi memerlukan dukungan hasil-hasil penelitian (evidence-based practice). Berdasarkan latar belakang itulah, Dr. Laily mengembangan terapi akupuntur sebagai terapi suportif pasien dengan Kanker Payudara.

Terapi Akupuntur merupakan terapi komplementer dan alternative yang berasal dari negara China dan telah banyak digunakan oleh penderita kanker. Pada disertasinya Dr. Laily berfokus pada efek pemberian akupuntur terhadap stabilitas berat badan pasien dengan kanker payudara, dimana pasien dengan kanker stadium akhir sering mengalami penurunan berat badan yang cukup signifikan. Pada hasil disertasinya, didapatkan pasien yang mendapatkan terapi akupuntur lebih memiliki berat badan yang stabil dibandingkan pasien tanpa pemberian akupuntur. Hal ini menjadi hasil penelitian yang membangggakan khususnya di dunia keperawatan dimana perawat nantinya dapat menggunakan terapi akupuntur yang telah berdasarkan evidence-based practice sebagai terapi suportif dalam meningkatkan kualitas hidup pasien dengan kanker. Atas disertasi inilah dosen keperawatan bidang maternitas ini diganjar dengan predikat sangat memuaskan. (Akhi/Staf Keperawatan)